Kamis, 26 Januari 2017

Mengenal Riwayat Hacking Dan Tips Untuk Mencegahnya






Yuk Kenali Riwayat Hacking dan Cara Mencegahnya

Hacking ini mulai popular di awal tahun 1960-an. Mulai saat itu, anggota organisasi mahasiswa Tech Model Railroad  Club yang berada di Laboratorium Kecerdasan Artifisial di Massachusetts Institute of Technology (MIT) adalah salah satu pelopor dari perkembangan teknologi komputer.

Pada saat itu kelompok pecinta teknologi memang selalu berhubungan dengan beberapa komputer mainframe. Pada awalnya, peretas kali pertama muncul dalam maksud yang baik agar setiap anggota mempunyai keahlian di bidang komputer serta dapat menjadikan program komputer menjadi lebih baik dari yang sudah dirancang sebelumnya secara bersama-sama dan dikenal sebagai hacker.

Sedangkan Hacker atau peretas sendiri mempunyai arti sebagai orang yang sengaja mempelajari, lantas dianalisis kemudian menerobos sistem komputer yang lain. Nantinya Ia akan dapat menerobos satu atau lebih komputer dan juga jaringannya. Pengertian hacker tersebut diambil dari Wikipedia.

Namun image hacker menjadi buruk ketika di tahun 1983 FBI menangkap kelompok hacker yang mempunyai nama The414s dengan basis di Amerika Serikat. Kemudian banyak orang lantas mengaku sebagai hacker tetapi tak bertanggung jawab dan berbuat kejahatan.

Maka dari itu, para hacker yang asli merasa marah dengan orang yang tak bertanggung jawab karena kejahatannya dan menyebut hacker yang jahat dengan nama cracker.

Setelah itu, para hacker pun berkumpul untuk melakukan pertemuan hacker tahunan yang paling besar di dunia dan diberi nama Def Con pada setiap pertengahan Juli di Las Vegas. Dari riwayat adanya hacker baik dan jahat. Dapat disimpulkan jika hacker atau dikenal juga peretas topi putih merupakan peretas yang baik serta mempunyai keahlian di dalam bidang teknologi terutama komputer serta dapat membuat program komputer jauh lebih baik dibandingkan yang sudah ada ketika dirancang bersama.
Sedangkan cracker atau hacker yang jahat atau dikenal juga dengan peretas topi hitam, peretas dengan tipe ini adalah orang yang bisa membuat kerugian untuk banyak pihak layaknya melakukan perubahan atas tampilan sebuah laman website yang dikenal dengan nama defacing.

Cracker juga mampu menyisipkan berbagai kode virus serta memakai banyak celah keamanan yang belum dapat diperbaiki oleh pengkreasi perangkat lunak yang dikenal dengan bug. Dari itulah, Ia akan dapat masuk diam-diam dan juga merusak sebuah sistem.

Lantas bagaimana cara untuk menjaga keamanan komputer atau laptop supaya tak gampang di retas?

Bisa jadi Anda termasuk orang yang khawatir jika komputer atau laptop tak lagi merasa aman karena ada kemungkinan dapat diretas oleh seseorang. Oleh karena itu, Kita harus selalu waspada dan mulai menjaga keamanan komputer dengan cara:
  1. Jagalah agar komputer atau laptop selalu dalam keadaan up-to-date. Bisa dibilang ini merupakan cara paling simpel tapi juga paling efektif agar dapat menghalau peretas dan juga penjahat siber.
  2. Pakailah kata kunci atau password yang kuat dimana terdapat huruf, angka serta symbol. Ingat, jangan pakai kata kunci yang sama untuk 2 akun atau lebih. Sebisa mungkin 1 password untuk 1 akun.
  3. Pakailah antivirus untuk menjaga keamanan di dalam komputer. Biasanya antivirus mampu menghalau berbagai serangan virus serta malware.
  4. Selain itu selalu perhatikan juga dimana Anda mengunduh software. Pastikanlah mengambil software dari laman yang dapat dipercaya.
Itulah beberapa riwayat hacker mulai dikenal di dunia serta bagaimana cara mencegah laptop atau komputer yang Kita miliki tak terkena kejahatan siber dan terjaga keamanannya yang dikutip dari Harian Bernas. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar